PROGRAM PERJALANAN UMROH 9 Hari *)

mid-banner-adv (1)

 

HARI PERTAMA : JAKARTA

  • Di harapkan Jamaah telah berada di Terminal II Bandara Soekarno-Hatta dan berkumpul di Lounge untuk pengarahan sebelum berangkat.

 

HARI KEDUA :                JKT- JEDDAH-MAD

  • Berangkat menuju Jeddah
  • Kemudian melanjutkan penerbangan menuju Jeddah dan akan dijemput oleh perwakilan kami
  • Melanjutkan perjalanan menuju Medinah By Bus AC, selanjutnya Chek in hotel

 

HARI KETIGA:                MADINAH

  • Pukul 03.00 Sholat Tahajjud dilanjutkan dengan Sholat Subuh

 

HARI KEEMPAT :  MADINAH

  • Pukul 03.00 Sholat Tahajjud dilanjutkan dengan Sholat Subuh
  • Setelah sarapan Pagi, mengikuti program city tour kota Medinah, meliputi Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, Jabal Magnet (tentative) dan kebun kurma.

 

HARI KELIMA :  MADINAH – MEKKAH

  • Pukul 03.00 Sholat Tahajjud dilanjutkan dengan Sholat Subuh
  • Persiapan menuju Makkah dengan mengumpulkan bagasi di loby hotel dan setelah makan siang, menggunakan kain ihrom.
  • Check out hotel dan menuju Mekkah by Bus AC, sekaligus melaksanakan umroh pertama dengan mengambil miqot di Bir Ali. Setelah tiba di Makkah, check in hotel dan melaksanakan umroh pertama (thowaf, sa’I dan tahallul)
  • Istirahat

 

HARI KEENAM :  MEKKAH

  • Pukul 03.00 Sholat Tahajjud dilanjutkan dengan Sholat Subuh
  • Acara bebas atau memperbanyak ibadah di Masjidil Haram (di perbolehkan melaksanakan umroh)

 

HARI KETUJUH :  MEKKAH

  • Sholat Tahajjud dan subuh di Masjidil Haram
  • Mengikuti program city tour kota Mekkah, meliputi : Arafah, Muzdalifah, Mina, Jamarat dan terakhir mampir di Ji’ronah untuk mengambil miqot dalam pelaksanaan umroh kedua. (jamaah diharapkan membawa kain ihrom/mukena).

 

HARI KEDELAPAN:  MEKKAH

  • Pukul 03.00 Sholat Tahajjud dilanjutkan dengan Sholat Subuh
  • Acara bebas atau memperbanyak ibadah di Masjidil Haram (di perbolehkan melaksanakan umroh)

 

HARI KESEMBILAN :  MEKKAH-JEDDAH-JAKARTA

  • Pukul 03.00 Sholat Tahajjud dilanjutkan dengan Sholat Subuh
  • Acara bebas atau memperbanyak ibadah di Masjidil Haram (di perbolehkan melaksanakan umroh)
  • Setelah Sholat Isya’ di Masjidil Haram, persiapan bagasi dilanjutkan dengan melaksanakan Tawaf wada`
  • Setelah Thawaf wada’ check out hotel untuk menuju Jeddah
  • Take off dari Jeddah menuju Jakarta
  • Tiba di Jakarta dengan selamat dan mendapatkan predikat umroh maqbullah Insyaa Aamiin Yaa Robbal Alamin

 

 

*) Program Tentative

 

Bid’ah-bid’ah Pelaksanaan Umroh

1Slide-Umroh-670x300

 

Fakta: Umroh memerlukan dana yang relatif besar

Umroh merupakan ibadah di tanah suci yang sungguh istimewa. Betapa tidak? Untuk melaksanakan umroh tentunya dibutuhkan dana yang tidak sedikit.
Perlu menghabiskan dana besar, bahkan bila perlu menabung untuk beberapa tahun. Demi tercapainya keinginan untuk beribadah di tanah suci.
Namun sayang sekali, apabila ibadah yang mengeluarkan biaya cukup besar itu menjadi sia-sia. Lantaran perilaku bid’ah yang kita kerjakan. Baik saat keberangkatan hingga berada di tanah suci. Inilah pentingnya banyak membaca dan belajar ilmu bagaimana melaksanakan umroh yang besar. Juga mengetahui apa saja perbuatan yang dilarang ketika berumroh. Untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang menyebabkan ibadah kita menjadi rusak dan bercampur syirik.
Untuk itu, para jamaah umroh sangat perlu diingatkan tentang pentingnya menjaga niat. Semata-mata ke tanah suci untuk beribadah, memohon ampunan dan doa-doa kebaikan dunia akherat. Tidak disertai dengan perbuatan-perbuatan bid’ah yang tidak diajarkan Rasulullaah ketika berumroh.


Berikut beberapa kesalahan yang dilakukan jamaah sebelum melaksanakan ihrom

  1. Melaksanakan shalat dua raka’at sebelum pergi umrah. Rakaat pertama membaca Al Kafirun dan raka’at kedua membaca Al Ikhlash.
  2. Shalat 4 raka’at sebelum safar.
  3. Mengumandangkan adzan sebelum berangkat umroh.
  4. Mengunjungi kuburan para nabi atau orang-orang saleh sebelum berangkat umroh.
  5. Melangsungkan pernikahan untuk wanita yang belum ada mahram, saat hendak umroh. Dan dengan niat agar laki-laki itu menjadi mahram baginya selama umroh.
  6. Melaksanakan shalat dua rakaat tiap kali berhenti di suatu tempat, dengan berdo’a: اللهُمَّ أَنْزِلْنِيْ مَنْزِلاً مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِيْنَ…
  7. Dan lain-lain
Kesalahan yang dilakukan waktu berada di Miqat

  1. Melakukan Al Idhthiba’ saat hendak ihram. Al-Idhthiba’ itu benar dilakukan saat memulai thawaf saja.
  2. Membaca talbiyah secara bersama-sama atau dipimpin oleh pemandu.
  3. Mengucapkan do’a-do’a tertentu yang dikhususkan setelah pengucapan talbiyah.
  4. Dan lain-lain


Bid’ah dan kesalahan yang terjadi ketika tiba di Makkah

 

  1. Mengkhususkan berkunjung ke masjid-masjid di sekitar Makkah, selain Al-Masjidil Haram, dengan tujuan melaksanakan shalat atau ibadah tertentu di dalamnya. Seperti masjid yang bernama Masjid ‘Aisyah yang berada di Tan’im.
  2. Mengkhususkan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah di sekitar kota Makkah. Seperti Gua Hira’, rumah tempat kelahiran nabi, dan semisalnya.
  3. Dan lain-lain

Bid’ah dan kesalahan yang terjadi saat melakukan thawaf

 

  1. Melafadzkan niat khusus ketika hendak berthawaf
  2. Mengangkat kedua tangan saat memegang Hajar Aswad atau seperti saat melakukan takbiratul ihram dalam shalat.
  3. Melaksanakan sholat tahiyyatul masjid saat masuk ke Masjidil Haram dalam keadaan berihram. Yang benar adalah langsung melakukan thawaf tanpa tahiyyatul masjid, kemudian boleh untuknya duduk di Masjidil Haram.
  4. Berdo’a ketika memegang Hajar Aswad dengan membaca:  اللهُمَّ إِيْمَانًا بِكَ وَتَصْدِيْقًا بِكِتَابِكَ وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  Ataupun do’a lainnya yang dikhususkan ketika menyentuh Hajar Aswad.
  5. Bersedekap, yaitu meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri sewaktu thawaf.
  6. Mencium Rukun Yamani atau kedua Ruknusy Syami selain Hajar Aswad.
  7. Mengusap-usap bangunan Ka’bah dengan niatan agar mendapatkan keberkahan.
  8. Terus-terusan Thawaf, meskipun telah dikumandangkan iqamah untuk shalat fardhu lima waktu berjama’ah. Seharusnya dia berhenti melaksanakan thawaf untuk menghadiri shalat berjama’ah. Lalu melanjutkan kembali thawaf-nya setelah menunaikan shalat.
  9. Keluar meninggalkan Masjidil Haram dengan berjalan mundur. Dengan keyakinan bahwa tidak boleh berjalan membelakangi Ka’bah.
  10. Dan lain-lain
Semoga semua jamaah umroh mengetahui bidah-bidah di atas agar dapat menghindarinya selama berada di Tanah Suci.

Larangan Ihram

10 Larangan Ihram (umroh dan haji) – Ingat-ingat!

Laranga Ihram

Umroh dan Haji: 10 Hal Yang Dilarang Ketika Ihram

Jika Anda sudah berencana mengambil paket umroh 2016 bersama travel umrah yang Anda pilih, agar ibadah umroh atau haji yang kita laksanakan syah menurut syar’i dan untuk menghindari membayar pinalti berupa dam atau denda, maka ada 10 larangan yang tidak boleh kita lakukan yaitu:

1. Bagi setiap laki-laki tidak boleh memakai pakaian yang ada jahitannya dan tidak boleh menutup kepala

Ibnu Umar ra berkata seorang sahabat telah bertanya kepada Nabi SAW,” Wahai utusan Allah, pakaian apa yang boleh dikenakan bagi orang yang berihram?”, Beliau menjawab “ Tidak boleh mengenakan baju, sorban, celana topi dan khuf ( sarung kaki yang terbuat dari kulit), kecuali seseorang yang tidak mendapatkan sandal, maka pakailah khuf, namun hendaklah ia memotongnya dari bawah dua mata kakinya dan janganlah kamu mengenakan pakaian yang dicelup dengan pewarna atau warna merah”.


2. Bagi wanita tidak boleh menutup wajah dan dua tapak tangannya

Dari Ibnu Umar ra bahwa Nabi bersabda “ janganlah seorang wanita berihram mengenakan cadar dan jangan pula menggunakan kaos tangan”.
Namun boleh bagi wanita menutupi wajahnya bila ada laki-laki yang lewat di dekatnya


3. Memotong kuku dan rambut/ bulu badan

Allah SWT berfirman”..Dan janganlah kamu mencukur rambutmu sebelum binatang hadyu sampai di lokasi penyembelihannya..” ( Al Baqarah ; 196 )
Para ulama juga bersepakat bahwa haram hukumnya memotong kuku bagi orang yang sedang berihram ( al Ijma oleh Ibnul Mundzir hal 57 )
Namun diperbolehkan menghilangkan rambut tapi yang bersangkutan harus membayar fidyah, Allah SWT menegaskan dalam Al qur`an “ Jika diantara kamu ada yang sakit atau gangguan di kepalanya ( lalu ia bercukur ) maka wajiblah ia atasnya membayar fidyah yaitu berpuasa atau berhadaqah atau berkurban..( Al baqarah : 196 )


4. Membunuh atau memburu binatang darat

Allah SWT berfirman “ Dan diharamkan atasmu menangkap binatang buruan darat selama kamu dalam keadaan ihram”. ( Al Maidah : 95 ). Apabila dilanggar, maka jamaah harus membayar denda dengan membeli makanan seharga binatang yang diburu dan menyedekahkannya kepada fakir miskin atau memberi makanan kepada fakir miskin sebanyak 5/6 liter ( 1 mud ) untuk satu harinya.


5. Memotong atau mencabut tanaman di tanah Haram

Dendanya sama dengan bila kita memburu atau membunuh binatang darat seperti yang telah disebutkan dalam poin sebelumnya.


6. Nikah atau menikahkan

Berdasarkan hadist Utsman dari Usman ra bahwa Nabi bersabda “Orang yang berihram tidak boleh menikahi, tidak boleh dinikahi dan tidak boleh melamar.” ( Sahih: Mukhtashar Muslim no. 814)


7. Bercumbu rayu atau bersetubuh

Apabila jamaah umroh yang berangkat bersama suami atau istrinya dan melakukan jima’ ( hubungan suami istri ) sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah umroh, maka mereka harus membayar denda atau dam dengan menyembelih seekor unta atau 7 ekor kambing.


8. Mencaci maki atau mengucapkan kata-kata kotor.

Untuk menghindari dari berkata-kata yang kotor, alangkah baiknya bila jamaah memperbanyak dzikir baik dalam hati maupun dengan diucapkan. Sehingga walau dalam kondisi emosi karena hawa panas dan berdesak-desakan saat thawaf maka yang terucap adalah kalimat-kalimat istighfar dan dzikrullah.


9. Memakai wangi-wangian dan minyak rambut

Yang dimaksud sebagai wangi-wangian disini adalah wewangian yang dimaksudkan sebagai parfum, namun bila mandi dengan sabun yang berbau wangi tidak termasuk melanggar ihram. Juga tidak boleh memakai minyak rambut.


10. Berbuat kekerasan seperti bertengkar atau berkelahi.

Seperti yang dijelaskan dalam surat Al Baqarah ayat 197 “, (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji”.
Demikianlah 10 hal yang dilarang dilakukan pada saat mengerjakan ihram dalam ibadah haji maupun umroh. Semoga bermanfaat.
Dilarang ketika ihram

Informasi umroh spesial promo terbaru, cek di Informasi Paket Umroh Murah 2016 Murah Bukan Murahan!.

Doa Umroh

I. Kumpulan Doa Umroh Lengkap

Umroh dalam pengertian secara syar’i berarti mengunjungi kota Mekkah untuk melakukan serangkaian ibadah seperti thawaf dan sa’i. Atau dengan kata lain datang ke Baitullah untuk melakukan umroh (kunjungan) dengan syarat-syarat yang telah ditentukan.

Sedangkan dari segi bahasa, umroh memiliki makna berkunjung atau  dengan sengaja mendatangi tempat yang selalu dikunjungi. Karena mengandung makna mengunjungi tempat dengan sengaja, maka waktunya boleh dilakukan kapan saja tidak seperti ibadah haji yang hanya dilakukan pada bulan Dzulhijjah setiap satu tahun sekali.

Sebagai perjalanan ibadah, umroh memiliki beberapa rangkaian kegiatan yang harus dilakukan sejak sebelum meninggalkan rumah hingga kembali lagi ke tanah air. Nantinya di tanah suci, beberapa kegiatan ibadah umroh yang harus dilakukan  adalah thawaf, sai dan berakhir dengan bertahallul (memotong atau memendekkan rambut). Selebihnya, para jamaah dapat melakukan kegiatan ibadah lain seperti memperbanyak sholat sunnah, berdzikir, dan membaca Al Qur’an.

Meski kita diperkenankan membaca doa-doa semampu kita, namun ada baiknya bila kita mengikuti bacaan doa-doa yang seperti diajarkan Rasulullah. Ada banyak doa yang dapat kita baca sejak kita meinggalkan rumah menuju embarkasi, saat berada di Tanah Suci, dan saat kita kembali ke Tanah Air.

Berikut ini adalah contoh doa-doa yang didapat dari  berbagai sumber seperti website resmi Kementerian Agama tentang panduan manasik haji dan umroh dan lainnya.

1. Doa Sebelum Meninggalkan Rumah

Sebelum berangkat meninggalkan rumah, hendaknya para jamaah melakukan sholat sunnah 2 raka’at. Pada rakaat pertama setelah membaca Al Fatihah, jamaah membaca surat Al Kafirun dan pada rakaat kedua membaca surat Al Ikhlas setelah membaca Al Fatihah.

01-doa-umroh-sebelum-meninggalkan-rumah

Setelah salam, bacalah doa di atas, yang artinya:

“Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepadaku dengan Islam dan memberi bimbingan kepadaku untuk menunaikan manasik haji di rumah-Nya dan mengerjakan umroh di tempat lambang-lambang keagungan-Nya (Masya’ir). 

Ya Allah, berilah salawat atas Nabi yang tidak bisa baca dan tulis (ummi) dan atas keluarga dan para sahabatnya sekalian. Ya Allah, kepada-Mu aku menghadap dan dengan-Mu aku berpegang teguh. Ya Allah lindungilah aku dari sesuatu yang menyusahkan dan sesuatu yang tidak aku perlukan. Ya Allah, bekalilah aku dengan taqwa dan ampunilah dosaku.”

2. Doa Akan Keluar Rumah Menuju Embarkasi

02-a-doa-umroh-doa-akan-keluar-rumah-menuju-embarkasi
02-b-doa-akan-keluar-rumah-menuju-embarkasi

Yang artinya:

“Dengan nama Allah aku beriman kepada Allah, Dengan nama Allah aku berlindung kepada Allah. Dengan nama Allah aku berserah diri kepada Allah, tiada daya upaya dan tiada kekuatan melainkan atas izin Allah yang Maha Luhur Maha Agung.”

3. Niat Umroh

Niat berumroh adalah sebagai berikut:

03-doa-umroh-niat-umroh

Yang artinya:

“Aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk berhaji dan umroh.”

4. Doa Setelah Memakai Pakaian Ihram

04-doa-umroh-doa-setelah-memakai-pakaian-ihram

Setelah mengenakan pakaian ihram, hendaklah membaca doa di atas, yang artinya:

“Ya Allah aku haramkan rambut, kulit, tubuh dan seluruh anggota tubuhku dari semua yang Kau haramkan bagi seorang yang sedang berihram, demi mengharapkan diriMu semata, wahai Tuhan pemelihara alam semesta.”

5. Perbanyak Membaca Talbiyah, Shalawat, dan Doa

Selama perjalanan ke tanah suci Mekah, hendaklah para jamaah memperbanyak membaca talbiyah, shalawat serta doa. Salah satu contoh bacaan talbiyah dan doa adalah sebagai berikut:

05-doa-umroh-perbanyak-membaca-talbiyah-shalawat-dan-doa

Artinya:

“Aku datang memenuhi panggilanmu Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, kemuliaan, dan segenap kekuasaan  adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.”

6. Membaca Doa Saat Memasuki Kota Mekkah

Ketika jamaah telah tiba di Tanah Suci Mekkah, hendaklah membaca doa di bawah ini:

06-doa-umroh-doa-saat-memasuki-kota-makkah

Yang artinya:

“Ya Allah, kota ini adalah Tanah Haram-Mu dan tempat aman-Mu, maka hindarkanlah daging, darah, rambut, dan kulitku dari neraka. Dan selamatkanlah diriku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali hamba-Mu dan jadikalnlah aku termasuk orang-orang yang selalu dekat dan taat kepada-Mu.”

7. Doa Masuk Masjidil Haram

Saat akan memasuki Masjidil Haram, kita disunnahkan membaca doa berikut ini:

07-doa-umroh-doa-masuk-masjidil-haram

Yang artinya:

“Ya Allah, Engkau sumber keselamatan, daripada-Mu-lah datang keselamatan, dan kepada-Mu kembalinya keselamatan. Maka hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami dengan selamat sejahtera dan masukkanlah kami ke dalam surga negeri keselamatan. 

Maha Banyak anugerah-Mu dan Maha Tinggi Engkau wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kehormatan. Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu. (Aku masuk masjid ini) dengan nama Allah disertai dengan segala puji bagi Allah serta shalawat dan salam untuk Rasulullah.”

8. Doa Saat Melihat Ka`bah

Ka`bah merupakan pusat kiblat umat Islam di seluruh dunia, sehingga saat melihatnya, kita membaca doa di bawah ini:

08-doa-umroh-doa-saat-melihat-kabah

Yang artinya:

“Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan dan wibawa pada Bait (Ka`bah) ini. Dan tambahkan pula pada orang-orang yang memuliakan, mengagungkan, dan menghormatinya di antara mereka yang berhaji atau yang berumroh dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kebaikan.”

9. Doa Saat Melintasi Maqam Nabi Ibrahim

09-doa-umroh-doa-saat-melintasi-maqom-ibrahim

Yang artinya:

“Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah aku (pula) secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong. Dan katakanlah (wahai Muhammad) yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.”

Catatan: untuk mengetahui Maqom Ibrahim, silahkan lihat gambar bagian-bagian Ka’bah di bawah.

10. Doa Saat Melakukan Thawaf

Thawaf adalah berjalan memutari Ka’bah sebanyak 7 kali putaran. Bangunan Ka’bah memiliki beberapa bagian yang menjadi start awal memulai thawaf hingga akhir. Perhatikan gambar bangunan Ka’bah dibawah ini:

10-doa-umroh-doa-saat-melakukan-thawaf

 

Doa Sebelum Memulai Thawaf

Sebelum memulai thawaf, hadapkan sebagian badan atau seluruhnya ke arah Hajar Aswad, atau bila tidak memungkinkan dapat menghadapkan muka saja sambil mengangkat tangan dan membaca kalimat dibawah ini:

10-a-doa-umroh-doa-saat-melakukan-thawaf-01-sebelum-memulai-thawaf

Yang artinya:

“Dengan nama Allah , Allah Maha Besar.”

Setelah mencium tangan sebelah kanan, maka mulailah bergerak dengan posisi Ka’bah ada di sebelah kiri Anda (perhatikan gambar bagan Ka’bah di atas)

Doa Thawaf Putaran Pertama (P1)

Doa berikut ini mulai dibaca dari Rukun Hajar Aswad sampai Rukun Yamani:

10-b-doa-umroh-doa-saat-melakukan-thawaf-0b-doa-putaran-pertama-01
10-b-doa-umroh-doa-saat-melakukan-thawaf-0b-doa-putaran-pertama-02

Yang artinya:

“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar Tiada daya (untuk memperoleh manfaat) dan tiada kemampuan (untuk menolak bahaya) kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung. Salawat dan sallam bagi Rasulullah SAW.

Ya Allah, aku thawaf ini karena beriman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, memenuhi janji-Mu, dan mengikuti sunnah Nabi-Mu: Muhammad SAW. Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ampunan, kesehatan, dan perlindungan yang kekal dalam menjalankan agama, di dunia dan akhirat dan beruntung memperoleh surga dan terhindar dari siksa neraka.”

Setiap kali sampai di Rukun Yamani disunnahkan untuk mengusapnya, namun bila tidak memungkinkan dapat mengangkat tangan tanpa dicium lalu mengucapkan doa di bawah ini:

10-c-doa-umroh-doa-saat-melakukan-thawaf-0c-doa-putaran-pertama-03

Artinya:

“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.”

Sedangkan doa yang dibaca di saat berada di antara Rukun Yamani dan Rukun Hajar Aswad adalah:

10-d-doa-umroh-doa-saat-melakukan-thawaf-0d-doa-putaran-pertama-04

Artinya:

“Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka.”

Doa tersebut selalu dibaca setiap putaran (dari putaran pertama hingga ke tujuh) setiap kita berjalan antara Rukun Yamani dan Rukun Hajar Aswad.

Dapat pula ditambah dengan doa di bawah ini:

10-e-doa-umroh-doa-saat-melakukan-thawaf-0e-doa-putaran-pertama-05

Yang artinya:

“Dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang yang berbuat baik, Wahai Tuhan yang Maha Perkasa, Maha Pengampun dan Tuhan yang menguasai seluruh alam.”

Doa Thawaf Putaran Kedua (P2)

10-f-doa-umroh-doa-saat-melakukan-thawaf-0f-doa-putaran-kedua-01
10-g-doa-umroh-doa-saat-melakukan-thawaf-0g-doa-putaran-kedua-02

Yang artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya Bait ini rumah-Mu, tanah mulia ini tanah-Mu, negeri aman ini negeri-Mu, hamba ini hamba-Mu anak dari hamba-Mu dan tempat ini adalah tempat orang berlindung pada-Mu dari siksa neraka, maka haramkanlah daging dan kulit kami dari siksa neraka.

Ya Allah ciptakanlah kami pada iman dan biarkanlah ia menghias hati kami, tanamkan kebencian pada diri kami pada perbuatan kufur, fasiq, maksiat, dan durhaka serta masukkanlah kami ini dalam golongan orang yang mendapat petunjuk. 

Ya Allah, lindungilah aku dari azab-Mu di hari Engkau kelak membangkitkan hamba-hamba-Mu. Ya Allah anugerahkanlah surga kepadaku tanpa hisab.”

Doa Thawaf Putaran Ketiga (P3)

10-h-doa-umroh-doa-saat-melakukan-thawaf-0h-doa-putaran-ketiga-01
10-i-doa-umroh-doa-saat-melakukan-thawaf-0i-doa-putaran-ketiga-02

Artinya:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keraguan, syirik, percekcokan, kemunafikan, buruk budi pekerti, dan penampilan dan kepulangan yang jelek dalam hubungan dengan harta benda, keluarga dan anak-anak. 

Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu keridhaan-Mu dan surga. Dan aku berlindung pada-Mu daripada murka-Mu dan siksa neraka. Ya Allah aku berlindung pada-Mu dari fitnah kubur dan aku berlindung pada-Mu dari fitnah kehidupan dan derita kematian.”

Doa Thawaf Putaran Keempat (P4)

10-j-doa-umroh-doa-saat-melakukan-thawaf-0j-doa-putaran-keempat-01
10-k-doa-umroh-doa-saat-melakukan-thawaf-0k-doa-putaran-keempat-02

Yang artinya:

“Ya Allah karuniakanlah haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni, amal saleh yang diterima, dan usaha yang tidak akan mengalami rugi. Wahai Tuhan Yang Maha Mengetahui apa-apa yang terkandung dalam hati sanubari. Keluarkanlah aku dari kegelapan ke cahaya yang terang benderang. 

Ya Allah aku mohon kepada-Mu segala hal yang mendatangkan rahmat-Mu dan keteguhan ampunan-Mu, selamat dari segala dosa dan beruntung dengan mendapat berbagai kebaikan, beruntung memperoleh, surga, terhindar dari siksa neraka. 

Tuhanku, puaskanlah aku dengan anugerah yang telah Engkau berikan, berkatilah untukku atas semua yang Engkau anugerahkan kepadaku dan gantilah apa-apa yang gahib dari pandanganku dengan kebajikan dari-Mu.”

Doa Thawaf Putaran Kelima (P5)

11-l-doa-umroh-doa-saat-melakukan-thawaf-0l-doa-putaran-kelima-01
11-m-doa-umroh-doa-saat-melakukan-thawaf-0m-doa-putaran-kelima-02

Yang artinya:

“Ya Allah lindungilah aku di bawah naungan singgasana-Mu pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Mu, dan tidak ada yang kekal kecuali Zat-Mu dan berilah aku minuman dari telaga Nabi Muhammad SAW dengan suatu minuman yang lezat, segar, dan nyaman, sesudah itu aku tidak akan haus untuk selamanya. 

Ya Allah aku mohon pada-Mu kebaikan yang dimohonkan oleh Nabi-Mu Muhammad SAW dan aku berlindung pada-Mu dari kejahatan yang dimintakan perlindungan oleh Nabi-Mu: Muhammad SAW. 

Ya Allah aku mohon pada-Mu surga serta nikmatnya dan apapun yang mendekatkan aku kepadanya baik ucapan, maupun amal perbuatan dan aku berlindung pada-Mu dari neraka serta apapun yang mendekatkan aku kepadanya baik ucapan ataupun amal perbuatan.”

Doa Thawaf Putaran Keenam (P6)

12-m-doa-umroh-doa-saat-melakukan-thawaf-0n-doa-putaran-keenam-01

Yang artinya:

“Ya Allah sesungguhnya Engkau mempunyai hak kepadaku banyak sekali dalam hubunganku dengan Engkau. Dan Engkau juga mempunyai hak banyak sekali dalam hubunganku dengan makhluk-Mu. 

Ya Allah apa yang menjadi hak-Mu kepadaku, maka ampunilah diriku. Dan apa saja yang menjadi hak-Mu kepada makhluk-Mu maka tanggunglah dariku, cukupkanlah aku dengan rizki-Mu yang halal, terhindar daripada yang haram, dengan ta’at kepada-Mu terhindar dari kemaksiatan dan dengan anugerah-Mu terhindar daripada mengharapkan dari orang lain selain daripada-Mu, Wahai Tuhan yang Maha Pengampun . 

Ya Allah, sesungguhnya rumah-Mu (Baitullah) ini agung, Zat-Mu pun Mulia, Engkau Maha Penyabar, Maha Pemurah, Maha Agung yang sangat suka memberi ampun, maka ampunilah aku.”

Doa Thawaf Putaran Ketujuh (P7)

13-m-doa-umroh-doa-saat-melakukan-thawaf-0p-doa-putaran-ketujuh-01
13-m-doa-umroh-doa-saat-melakukan-thawaf-0q-doa-putaran-ketujuh-02

Yang artinya:

“Ya Allah, aku mohon pada-Mu iman yang sempurna, keyakinan yang benar, rizki yang luas, hati yang khusyu’, lidah yang selalu berdzikir (menyebut nama Allah), rizki yang halal dan baik, taubat  yang diterima dan taubat sebelum mati, ketenangan ketika mati, keampunan dan rahmat sesudah mati, keampunan ketika dihisab, keberuntungan memperoleh surga dan terhindar dari neraka dengan rahmat kasih sayang-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, Yang Maha Pengampun. Tuhanku berilah aku tambahan ilmu pengetahuan dan gabungkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh.”

Setelah melakukan thawaf 7 kali putaran, bergeserlah sedikit ke kanan dari arah sudut Hajar Aswad menghadap bagian dinding Ka’bah yang disebut Multazam dan berdoa sesuai harapan atau keinginan dengan bahasa apapun.

 

Doa Setelah Menyelesaikan Thawaf

Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca sesudah menyelesaikan thawaf adalah sebagai berikut:

14-doa-umroh-doa-setelah-melakukan-thawaf-01
14-doa-umroh-doa-setelah-melakukan-thawaf-02

Doa setelah melakukan thawaf, yang artinya:

“Ya Allah yang memelihara Ka’bah ini, bebaskanlah diri kami, bapak dan ibu kami, saudara-saudara dan anak-anak kami dari siksa neraka, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, Dermawan dan yang mempunyai keutamaan,kemuliaan, kelebihan, anugerah pemberian dan kebaikan. 

Ya Allah perbaikilah kesudahan segenap urusan kami dan jauhkanlah dari kehinaan dunia dan siksa akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hambaMu, tegak berdiri merapat di bawah pintu Ka’bah-Mu, menundukkan diri di hadapan-Mu sambil mengharapkan rahmat-Mu, kasih sayang-Mu dan takut akan siksa-Mu. 

Wahai Tuhan pemilik kebaikan abadi, aku mohon pada-Mu agar Engkau tinggikan namaku, hapuskan dosaku, perbaiki segala urusanku, bersihkan hatiku, berilah cahaya kelak  dalam kuburku. Ampunilah dosaku dan aku mohon pada-Mu martabat yang tinggi di dalam surga.”

11. Doa Ketika Melakukan Sa’i

Ketika hendak mendaki Bukit Shafa (sebelum memulai Sa’i) hendaknya membaca doa di bawah ini:

15-doa-umroh-doa-ketika-melakukan-sai

Yang artinya:

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Aku mulai dengan apa yang telah dimulai oleh Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Shafa dan Marwah sebagian dari syiar-syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka Barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah ataupun berumrah maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati maka sesungguhnya Allah Maha Penerima Kebaikan lagi Maha Mengetahui.”

a. Doa Di Atas Bukit Shafa Ketika Menghadap Ka’bah (Sebelum Memulai Sa’i)

 

16-doa-umroh-doa-di-atas-bukit-shafa-ketika-menghadap-kabah-01
16-doa-umroh-doa-di-atas-bukit-shafa-ketika-menghadap-kabah-02

Yang artinya:

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar, atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, segala puji bagi Allah atas karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kami, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa.

Tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, pada kekuasaan-Nya lah segala kebaikan dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.

Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, yang telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan menghancurkan sendiri musuh-musuh-Nya. Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepadaNya dengan memurnikan (ikhlas) kepatuhan semata kepada-Nya walaupun orang-orang kafir membenci.”

doa-umroh-melakukan-sai-sambil-berdoa

 

Sa’i adalah berjalan atau berlari-lari kecil dari bukit Shofa ke Marwah sebanyak 7 kali putaran.

Dalam setiap perjalanan dari putaran pertama hingga ke tujuh, ada doa-doa khusus yang dapat para jamaah amalkan.

b. Doa Sa’i dari Shofa menuju Marwah (Lintasan Pertama)

17-doa-umroh-doa-sai-perjalanan-1-dari-shofa-menuju-marwah-01
17-doa-umroh-doa-sai-perjalanan-1-dari-shofa-menuju-marwah-02

Yang artinya:

“Allah Maha Besar (4X) dengan segala kebenaran-Nya. Segala puji bagi Allah Yang Maha Agung dengan segala pujian-Nya yang tidak terhingga. Maha Suci Allah Yang Maha Agung dengan pujian, Yang Maha Mulia di waktu pagi dan petang. 

Dan pada sebagian malam, bersujud dan bertasbihlah pada-Nya sepanjang malam. Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa yang menepati janji-Nya membela hamba-hamba-Nya dan tidak ada sesuatu sebelum-Nya dan tidak ada sesuatu pun sesudah-Nya.

Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan Dia adalah Maha Hidup kekal tiada mati dan tiada musnah (hilang) untuk selama-lamanya. Hanya ditangan-Nya-lah terletak kebajikan dan kepada-Nya-lah tempat kembali dan hanya Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

c. Doa Saat Berada di Antara Dua Pilar atau Lampu Hijau

Setiap kali berada di antara dua pilar atau lampu hijau baik dari putaran pertama hingga terakhir (ketujuh), hendaklah jamaah membaca doa di bawah ini:

18-doa-umroh-doa-sai-di-antara-dua-pilar-atau-lampu-hijau

Yang artinya:

“Ya Allah ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah-hatilah, dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang kami sendiri tidak tahu. Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah.”

d. Doa Saat Mendekati Bukit Marwah

19-doa-umroh-doa-sai-saat-mendekati-bukit-marwah

Yang artinya:

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah sebagian dari syiar-syiar (tanda kebesaran) Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah ataupun berumroh, maka tidak ada dosa baginya berkeliling (mengerjakan sa’i antara keduanya). Dan barang siapa mengerjakan sesuatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Menerima Kebaikan lagi Maha Mengetahui.”

e. Doa dari Marwah ke Shofa (Lintasan Kedua)

21-doa-umroh-doa-sai-dari-shofa-ke-marwah-putaran-kedua-01
21-doa-umroh-doa-sai-dari-shofa-ke-marwah-putaran-kedua-02
21-doa-umroh-doa-sai-dari-shofa-ke-marwah-putaran-kedua-03
21-doa-umroh-doa-sai-dari-shofa-ke-marwah-putaran-kedua-04
21-doa-umroh-doa-sai-dari-shofa-ke-marwah-putaran-kedua-05
21-doa-umroh-doa-sai-dari-shofa-ke-marwah-putaran-kedua-06
Yang artinya:


“Allah Maha Besar (3X), hanya bagi Allah segala pujian. Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, Tunggal, dan Tumpuan segala maksud dan hajat, yang tidak beristri dan tidak beranak, tidak bersekutu dalam kekuasaan. Tidak menjadi pelindung kehinaan. Agungkanlah Dia dengan segenap kebesaran. 

Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah berfirman dalam Al Qur`an-Mu : “Berdoalah kepadaKu niscaya akan Kuperkenankan bagimu”. Sekarang kami telah memohon kepada-Mu wahai Tuhan kami. Ampunilah kami seperti halnya Engkau telah janjikan kepada kami, sesungguhnya Engkau tidak memungkiri janji. 

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu) “berimanlah” kamu kepada Tuhanmu. “Maka kami pun beriman. 

Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang baik-baik. 

Ya Tuhan kami berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantara rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.  Ya Allah, hanya kepada Engkaulah tumpuan segala sesuatu dan kepada Engkaulah tempat kembali. 

Wahai Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa semua saudara kami seiman yang telah mendahului kami dan jangan Engkau jadikan kedengkian dalam kalbu kami terhadap mereka yang telah beriman. Ya Allah sesunguhnya Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”

f. Doa dari Shofa ke Marwah (Lintasan Ketiga)

22-doa-umroh-doa-sai-dari-shofa-ke-marwah-putaran-ketiga-01
22-doa-umroh-doa-sai-dari-shofa-ke-marwah-putaran-ketiga-02

Yang artinya:

“Allah Maha Besar (3X). Hanya bagi Allah semua pujian. Ya Allah, sempurnakanlah cahaya terang bagi kami, ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu segala kebaikan yang sekarang dan masa yang akan datang dan aku mohon ampunan kepada-Mu akan dosaku serta aku mohon kepada-Mu rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.”

g. Doa dari Marwah ke Shofa (Lintasan Keempat)

23-doa-umroh-doa-sai-dari-marwah-ke-shofa-perjalanan-keempat-01
23-doa-umroh-doa-sai-dari-marwah-ke-shofa-perjalanan-keempat-02
23-doa-umroh-doa-sai-dari-marwah-ke-shofa-perjalanan-keempat-03
23-doa-umroh-doa-sai-dari-marwah-ke-shofa-perjalanan-keempat-04

Yang artinya:

“Allah Maha Besar (3X). Segala puji hanya bagi Allah. Ya Allah Tuhanku, aku mohon kepada-Mu dari kebaikan yang Engkau tahu dan berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang Engkau tahu dan aku mohon ampun kepada-Mu dari segala kesalahan yang Engkau ketahui, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang ghaib. Tidak ada Tuhan selain Allah Maha Raja yang sebenar-benarnya. Muhammad utusan Allah yang selalu menepati janji lagi terpercaya. 

Ya Allah sebagaimana Engkau telah menunjuki aku memilih Islam, maka aku mohon kepada-Mu untuk tidak mencabutnya, sehingga aku meninggal dalam keadaan muslim. Ya Allah berilah cahaya terang dalam hati, telinga, dan penglihatanku. Ya Allah lapangkanlah dadaku dan mudahkan bagiku segala urusan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari godaan bisikan hati, kekacauan urusan, dan fitnah kubur.

Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang bersembunyi di waktu malam dan siang hari, serta kejahatan yang dibawa angin lalu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segenap yang pengasih. Ya Allah Maha Suci Engkau, kami tidak bisa menyembah-Mu dengan pengabdian yang semestinya. Ya Allah, Maha Suci Engkau, kami tidak bisa menyebutMu (dzikir) dengan semestinya.”

h. Doa dari Shofa ke Marwah (Lintasan Kelima)

24-doa-umroh-doa-sai-dari-shofa-ke-marwah-perjalanan-kelima-01
24-doa-umroh-doa-sai-dari-shofa-ke-marwah-perjalanan-kelima-02
Yang artinya:

“Allah Maha Besar (3X). Segala puji hanya untuk Allah, Maha Suci Engkau, kami tidak mensyukuri-Mu dengan syukur yang semestinya. Ya Allah, Maha Suci Engkau. Alangkah Agung Zat-Mu Ya Allah. 

Ya Allah, cintakanlah kami kepada iman dan hiaskanlah di hati kami, tanamkanlah kebencian pada diri kami pada perbuatan kufur, fasik, dan durhaka. Jadikanlah kami dari golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”

i. Doa dari Marwah ke Shofa (Lintasan Keenam)

25-doa-umroh-doa-sai-dari-shofa-ke-marwah-perjalanan-keenam-01
25-doa-umroh-doa-sai-dari-shofa-ke-marwah-perjalanan-keenam-02
25-doa-umroh-doa-sai-dari-shofa-ke-marwah-perjalanan-keenam-03
25-doa-umroh-doa-sai-dari-shofa-ke-marwah-perjalanan-keenam-04

Yang artinya :

“Allah Maha Besar (3X). Segala puji hanya untuk Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, yang menepati janji-Nya dan mengalahkan sendiri musuh-musuh-Nya. Tiada Tuhan selain Allah. Dan kami tidak menyembah selain Dia dengan memurnikan kepatuhan kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir membenci.  

Ya Allah aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, pengendalian diri, dan kekayaan. Ya Allah, pada-Mu lah segala puji seperti yang kami ucapkan. Ya Allah aku mohon kepada-Mu dari murka-Mu dan siksa neraka dan apapun yang dapat mendekatkan aku padanya (neraka), baik ucapan ataupun amal perbuatan. 

Ya Allah hanya dengan nur cahaya-Mu kami ini mendapat petunjuk, dengan pemberianmu kami merasa cukup  dan dalam naungan-Mu, nikmat-Mu, anugerah-Mu dan kebajikan-Mu jualah  kami ini berada di waktu pagi dan petang. Engkaulah yang mula pertama, tidak ada sesuatu pun yang ada sebelum-Mu dan Engkau pula lah yang paling akhir dan tidak ada sesuatu pun yang ada di belakang (sesudah) Mu, Engkaulah yang lahir (nyata), maka tidak ada sesuatu pun yang di atas Engkau. Engkau pula lah yang batin, maka tidak ada sesuatu pun di bawah-Mu. 

Kami berlindung kepada-Mu dari pailit, malas, siksa kubur, dan fitnah kekayaan serta kami mohon kepada-Mu kemenangan memperoleh surga, dan keselamatan dari api neraka.”

j. Doa dari Shofa ke Marwah (Lintasan Ketujuh)

26-doa-umroh-doa-sai-dari-shofa-ke-marwah-perjalanan-ketujuh

Yang artinya:

“Allah Maha Besar (3X). Segala puji bagi Allah dengan pujian yang tidak terhingga. Ya Allah, cintakanlah aku kepada iman dan hiaskanlah ia di kalbuku. Tanamkanlah kebencian padaku perbuatan kufur, fasiq, dan durhaka. Dan jadikanlah pula aku dari golongan orang yang mendapat petunjuk.”

Demikianlah telah selesai rangkaian ibadah Sa’i, sebelum meninggalkan tempat, hendaklah membaca doa usai melaksanakan Sa’i sebagaimana tersebut di bawah ini.

k. Doa Setelah Melaksanakan Sa’i

27-doa-umroh-doa-setelah-sai-01
27-doa-umroh-doa-setelah-sai-02

Yang artinya:

“Ya Allah Ya Tuhan kami, terimalah amalan kami, berilah perlindungan kepada kami, maafkanlah kesalahan kami dan berilah pertolongan kepada kami untuk taat dan bersyukur kepada-Mu. Janganlah Engkau jadikan kami bergantung selain kepada-Mu. Matikanlah kami dalam iman dan Islam secara sempurna dalam keridhaan-Mu.  

Ya Allah rahmatilah kami sehingga mampu meninggalkan segala kejahatan selama hidup kami dan rahmatilah kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak berguna. Karuniakanlah kepada kami sikap pandang yang baik  terhadap apa-apa yang membuat-Mu ridha terhadap kami. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.”

Setelah melaksanakan sa’i, maka tahap terakhir dari rangkaian ibadah umroh adalah bertahallul atau memotong sebagian rambut baik bagi wanita maupun laki-laki.

12. Doa Tahallul (Memotong atau Menggunting Rambut)

a. Doa Saat Akan Memotong Rambut

28-doa-umroh-doa-tahallul-sebelum-memotong-rambut-01
28-doa-umroh-doa-tahallul-sebelum-memotong-rambut-02

Yang artinya:

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepada kita dan segala puji bagi Allah tentang apa-apa yang telah Allah karuniakan kepada kami. 

Ya Allah ini ubun-ubunku, maka terimalah dariku  (amal perbuatanku) dan ampunilah dosa-dosaku. 

Ya Allah, ampunilah orang-orang yang mencukur dan memendekkan rambutnya wahai Tuhan yang Maha Luas ampunan-Nya. Ya Allah tetapkanlah untuk diriku setiap helai rambut kebajikan dan hapuskanlah untukku dengan setiap helai rambut kejelekan. Dan angkatlah derajatku di sisimu.”

b. Doa Setelah Selesai Menggunting Rambut

29-doa-umroh-doa-tahallul-setelah-memotong-rambut

Yang artinya:

“Segala puji bagi Allah yang telah menyelesaikan manasik kami, Ya Allah tambahkanlah kepada kami iman, keyakinan, dan pertolongan dan ampunilah kami, kedua orang tua kami dan seluruh kaum muslimin dan muslimat.”

Selesailah Ibadah Umroh dan Doa-doa Umroh

Setelah berakhirnya ritual tahallul (memotong atau memendekkan rambut), maka selesai sudah seluruh rangkaian ibadah umroh yang Anda lakukan. Semua doa-doa diatas dapat Anda baca dengan bimbingan dari pemandu atau pembimbing ibadah umroh yang telah disediakan oleh pihak travel umroh dan haji yang anda pilih.

Semoga ibadah umroh anda lancar dan diterima oleh Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal ‘aalamiin.

 

II. Versi Pendek Doa-doa Umroh (Orangtua/Anak)

Sebenarnya tidak ada dzikir khusus yang harus dibaca, namun Rasulullah telah mencontohkan doa-doa tersebut, sehingga bila kita memang sangat memungkinkan untuk menghafal atau membaca doa-doa yang panjang dengan mengikuti pembimbing tidak apa-apa.

Bagi orang tua atau anak-anak yang ingin melakukan ibadah umroh namun kesulitan untuk menghafalkan doa-doa panjang tersebut di atas dapat mengikuti doa-doa pendek berikut ini.

1. Berihram dari Miqat dengan Mengucapkan Niat Melakukan Ibadah Umroh (Talbiah Umroh)

 

لَبَّيْكَ عُمْرَة

 

Artinya: “labbaik ‘umroh” (aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah)

Catatan: Apabila Anda ragu dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah umroh karena sakit atau halangan lainnya, maka sesudah mengucapkan kalimat diatas, Anda dapat dapat menambahkan kalimat berikut:

اللَّهُمَّ مَحِلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي

“Allahumma mahilli haitsu habastani.” (Artinya: Ya Allah, tempat tahallul di mana saja Engkau menahanku).

Kalimat diatas dapat diucapkan baik saat berumroh atau melakukan ibadah haji apabila jamaah terhalang menyempurnakan manasiknya maka ia diperbolehkan bertahallul dan tidak wajib membayar dam atau denda dengan menyembelih seekor kambing.

Membaca dan Memperbanyak Talbiah

Setelah mengucapkan “talbiah umrah” dilanjutkan dengan membaca dan memperbanyak talbiah berikut ini. Usahakan untuk mengeraskan suara bagi laki-laki namun bagi perempuan perlahan saja hingga tiba di Makkah.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَك لَبَّيْكَ ، إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَك وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَك

“Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata, laka wal mulka, laa syariika lak”.

(Artinya: Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.)

 

2. Doa Memasuki Masjidil Haram

Saat memasuki Masjidil Haram dahulukan masuk dengan kaki kanan dan membaca doa masuk masjid di bawah ini:

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ.

“Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik” (Artinya: Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu).

3. Doa Thawaf

Sebelum melakukan thawaf, para jamaah menuju ke Hajar Aswad. Di depan Hajar Aswad jamaah membaca “Allahu akbar” atau “Bismillah Allahu akbar” lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya.

Namun bila keadaan tidak memungkinkan untuk melakukannya karena berdesak-desakan, maka jamaah cukup mengusap Hajar Aswad dan mencium tangan yang mengusapnya.

Bila hal tersebut tetap tidak memungkinkan jamaah dapat memberi isyarat ke arah Hajar Aswad dengan tangan, namun tidak perlu mencium tangan yang memberi isyarat.  Hal ini dilakukan berulang pada setiap putaran thawaf.

doa-umroh-saat-thawaf

 

Thawaf sebanyak 7 putaran dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir tempat itu pula. Disunnahkan untuk berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa pada 4 putaran terakhir. Agar anda mudah mengingat jumlah bilangan thawaf, Anda dapat mengenakan 7 gelang karet di tangan kanan, setiap selesai satu putaran pindahkan ke gelang kiri.

Disunnahkan mengusap Rukun Yamani pada setiap putaran thawaf. Namun tidak dianjurkan mencium Rukun Yamani, apabila tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka tidak perlu memberi isyarat dengan tangan sebagaimana kita lakukan di Hajar Aswad.

Saat berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswaad, jamaah disunnahkan membaca doa di bawah ini:

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” (Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka). (QS. Al Baqarah: 201)

Pada saat thawaf, tidak ada dzikir atau bacaan tertentu selain doa di atas, jamaah dapat membaca ayat-ayat Al Qur’an atau doa dan dzikir lain yang jamaah bisa.

Setelah melakukan thawaf, menutup kedua pundaknya, lalu menuju makam Nabi Ibrahim sambil membaca doa berikut ini:

وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

“Wattakhidzuu mim maqoomi ibroohiima musholla” (Artinya: Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat) (QS. Al Baqarah: 125).

Di belakang Maqom Ibrahim, jamaah melakukan sholat sunnah thawaf 2 rakaat. Pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah lalu membaca surat Al Kaafirun dan pada rakaat kedua setelah membaca Al Fatihah membaca surat Al Ikhlas.

doa-umroh-shalat-di-belakang-maqom-ibrahim

Disunnahkan minum air zam-zam dan menyiram kepala dengannya setelah sholat sunnah thawaf.

Setelah minum air zam-zam, kembali ke Hajar Aswad, bertakbir lalu mengusap atau menciumnya. Bila tidak memungkinkan dapat memberi isyarat ke arah Hajar Aswad seperti pada saat awal thawaf.

Setelah melakukan  thawaf, jamaah akan menuju Bukif Shofa untuk melakukan Sa’i.

4. Doa Sa’i

Sebelum tiba, mendekati Shofa, jamaah membaca doa’:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ

“Innash shafaa wal marwata min sya’airillah” (Artinya: Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah) (QS. Al Baqarah: 158).

Setelah itu mengucapkan

نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ

“Nabda-u bimaa bada-allah bih”.

doa-umroh-denah-lokasi-sai

Naik bukit Shofa lalu menghadap ke arah Ka’bah hingga melihatnya (jika hal tersebut memungkinkan), lalu membaca doa’:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. 
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian.”

Bacaan doa ini diulang hingga 3x dan jamaah dapat membaca doa lain yang ia bisa di antara pengulangan-pengulangan.

Turun lalu menuju ke Shafa dengan berjalan di tempat yang ditentukan untuk berjalan dan berlari bagi laki-laki di tempat yang ditentukan untuk berlari, lalu naik ke Shafa dan lakukan seperti semula, dengan demikian terhitung dua putaran. Lakukan sampai 7 kali dan berakhir di Marwah.

Versi detail dari paragraf di atas:

Lalu turun dari Shafa dan berjalan menuju ke Marwah. Disunnahkan agar jamaah laki-laki berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh di antara 2 tanda hijau yang berada di Mas’a (tempat Sa’i), lalu berjalan biasa menuju Marwah dan menaikinya.

Setiba di Marwah, lakukan hal yang sama seperti yang dilakukan saat di Shofa, yaitu menghadap kiblat, bertakbir, membaca dzikir yang sama dan berdo’a sesuai dengan kehendaknya. Perjalanan dari Shafa ke Marwah dihitung satu putaran.

Turun lalu menuju ke Shafa dengan berjalan di tempat yang ditentukan untuk berjalan dan berlari bagi laki-laki di tempat yang ditentukan untuk berlari, lalu naik ke Shafa dan lakukan seperti semula, dengan demikian terhitung dua putaran. 

Lakukan sampai 7 kali dan berakhir di Marwah.

Meski jamaah dapat membaca doa apapun, namun bila mampu dan hafal, dapat membaca doa berikut ini:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ

“Allahummaghfirli warham wa antal a’azzul akrom” (Artinya: Ya Rabbku, ampuni dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa dan Maha Pemurah).

5. Doa Tahallul

Setelah Sa’i, maka jamaah dapat bertahallul dengan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul. Adapun bagi wanita, cukup dengan memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari.

Sesudah melakukan tahallul, maka selesai sudah seluruh rangkaian ibadah umroh dan para jamaah diperbolehkan melakukan hal-hal yang dilarang selama ihram.

Demikianlah versi pendek doa umroh.

III. Tips Membaca Doa Umroh untuk Jamaah Tunanetra

Umroh merupakan perjalanan ibadah yang wajib dilakukan sekali seumur hidup bagi yang mampu baik secara finansial maupun fisik. Namun adapula beberapa jamaah yang mampu secara finansial namun tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk melaksanakannya, seperti misalnya saudara-saudara kita yang tunanetra (tidak bisa melihat).

Bagi penyandang tunanetra seharusnya tidak perlu berkecil hati dan tetap bisa berangkat serta melaksanakan ibadah umroh sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Khusus untuk penyandang tunanetra perlu diberikan pendampingan selama pelaksanaan ibadah umroh baik sejak berangkat hingga kembali ke tanah air.

Lalu, bagaimana mereka menghafalkan doa-doa panjang yang harus dibaca saat melaksanakan ibadah Umroh? Meski dalam buku panduan ibadah umroh dari Kementerian Agama diberikan penjelasan doa-doa yang panjang, namun sebenarnya saat pelaksanaan ibadah, para jamaah boleh membaca doa apapun yang mereka mampu hafalkan.

Meski para penyandang tunanetra tersebut tidak dapat melihat dan membaca buku panduan yang berisi doa-doa, namun mereka dapat menggunakan media audio yakni berisi rekaman doa-doa umroh mulai awal hingga akhir. Salah satu contohnya adalah dengan bantuan Audio Haji dan Umroh berikut ini.

Catatan: Tidak ada maksud promosi suatu produk atau jasa terkait dengan doa-doa umroh ini. Kami hanya menginformasikan suatu produk atau jasa jika memang akan sangat dibutuhkan oleh jamaah haji dan umroh sehingga memiliki manfaat yang dibutuhkan tersebut.

audio-haji-umroh-cara-paling-mudah-dan-praktis-doa-doa-haji-dan-doa-doa-umroh

 

Catatan Penting:
Secanggih apapun suatu alat bantu belajar, tetap tidak bisa menggantikan peran seorang ustadz/ustadzah dalam mempelajari dan menghafalkan doa-doa umroh. Maka tetap yang paling terbaik adalah belajar dari ustadz/ustadzah pembimbing umroh, atau yang berilmu di bidang doa-doa umroh, dan memanfaatkan waktu luang dengan bantuan alat-alat bantu belajar seperti Audio Haji dan Umroh ini.

Audio Haji atau Audio Umroh ini di dalamnya memuat doa-doa haji dan umrah yang dilengkapi dengan terjemahan bahasa Indonesia sehingga para jamaah dapat memahami maksudnya. Doa dapat dipilih sesuai tombol, dan urutan tombol sesuai dengan urutan doa. Karena bentuknya kecil dan ringan, maka cukup memudahkan jamaah untuk dibawa kemanapun.

Dengan Audio Haji/Umroh ini, para jamaah terutama yang sudah lanjut usia, anak-anak bahkan penyandang tunanetra dapat menghafal doa-doa  haji dan umroh di mana saja dan kapan saja, baik di rumah, di tengah perjalanan, di saat santai maupun di sela-sela kesibukan kerja/rutinitas Anda. Sangat tepat digunakan saat melakukan manasik haji, bahkan dapat digunakan saat melaksanakan haji dan umroh. Anda tinggal menekan tombol sesuai tahapan haji dan umrah yang sedang Anda laksanakan.

Produk ini dapat diperoleh dengan membeli secara online di www.alhiratechnologies.com atau di toko perlengkapan haji dan umroh setempat.

audio-doa-haji-umroh-tampak-muka

 

IV. Doa-doa Setelah Menunaikan Rangkaian Ibadah Umroh

Adapun doa-doa yang sering dibaca saat pulang dari ibadah umroh adalah sebagaimana dalam hadits-hadits berikut ini:

عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عُمَرَ. قَالَ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، إِذَا قَفَلَ مِنَ الْجُيُوْشِ أَوِ السَّرَايَا أَوِ الْحَجِّ أَوِ الْعُمْرَةِ، إِذَا أَوْفَى عَلَى ثَنِيَّةٍ أَوْ فَدْفَدٍ، كَبَّرَ ثَلاَثًا. ثُمَّ قَالَ “لاَ إِلهَ إِلاًَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ سَاجِدُوْنَ. لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ. صَدَقَ اللهُ وَعْدَهُ. وَنَصَرَ عَبْدَهُ. وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Hadits riwayat Ibnu Umar Radhiyallahu’anhu, ia berkata: “Bila Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pulang dari peperangan ekspedisi, ibadah haji, atau ibadah umrah lalu melewati jalan setapak atau tempat yang tinggi, beliau membaca takbir tiga kali dan berdoa: Tiada Tuhan melainkan Yang Esa tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kami pulang, bertobat, mengabdi, bersujud, dan kami memuji kepada Tuhan kami. Allah telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan sekutu musuh dengan sendiri-Nya.”

dan

 عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ: أَقْبَلْنَا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، أَنَا وَأَبُوْ طَلْحَةَ، وَصَفِيَّةُ رَدِيْفَتْهُ عَلَى نَاقَتِهِ. حَتَّى إِذَا كُنَّا بِظَهْرِ الْمَدِيْنَةِ قَالَ: “آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ” فَلَمْ يَزَلْ يَقُوْلُ ذَلِكَ حَتَّى قَدَمْنَا الْمَدِيْنَةَ

Hadits riwayat Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, ia berkata: “Kami pernah berangkat pulang bersama Rasulullah, Abu Thalhah dan Shafiah yang dibonceng di belakang unta beliau sampai ketika kami telah menjelang Madinah, beliau berdoa: Kami pulang, bertobat, mengabdi, dan kami memuji kepada Tuhan kami. Beliau selalu membaca doa itu sampai kami tiba di Madinah.”

V. Kesimpulan

Demikian doa-doa umroh lengkap, baik bagi yang sudah bisa berbahasa Arab dan tahu artinya, bagi yang hanya dapat membaca dan menghafalkan bahasa Arab-nya saja, sampai bagi yang hanya bisa membaca artinya saja, baik bagi umum, orangtua, dan anak-anak. Semoga bermanfaat dan mendapatkan umroh mabruur. Aamiin Yaa Rabbal ‘aalamiin.

Lihat pencarian doa umroh lainnya di Google.

Tips informasi makanan halal dan waktu shalat

Anda dapat mengakses ke beberapa situs resmi informasi wisata di negara tertentu yang menjadi tujuan anda. Situs tersebut juga memberikan informasi tempat makanan halal, jadwal sholat, dan deskripsi singkat tentang budaya dan tradisi daerah setempat.

beberapa situs yang dapat anda akses misalnya parishalal.com dan jhalal.com lain-lain. Untuk arah kiblat anda juga dapat mengakses al-habib.info/arah-kiblat

 

 

Rukun Umroh

Rukun Umroh (Niat Ihram, Thawaf, Sai, Tahallul)

 

Rukun Umroh

Makna “Umroh”

Makna umrah (atau umroh) secara bahasa artinya berziarah atau mengunjungi. Adapun secara syar`i adalah berziarah ke Baitullah (Mekkah) dengan niat ihram (berumroh), melaksanakan Thawaf mengelilingi Ka`bah, melakukan Sa`i di antara Shafa dan Marwah, dan terakhir mencukur rambut kepala (tahallul). Thawaf, sa’i, dan tahallul disebut dengan rukun umroh. Lihat artikel Pengertian Umroh (+Salah Kaprahnya).

Sebagai sebuah perjalanan ibadah yang berbeda dengan ibadah haji yang harus di laksanakan di bulan tertentu (Dzulhijjah), kita boleh melakukan ibadah umroh kapan saja. Namun yang lebih baik adalah ketika belum terlalu banyak jamaah atau orang yang datang ke Tanah Suci sehingga kita akan relatif lebih khusyuk dan tidak berdesak-desakan.

Berumroh dapat dilakukan dengan memilih paket umroh 2016 yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Baik dari sisi biaya, tenaga, waktu, dan kondisi cuaca saat musim umroh. Pertimbangkan juga informasi paket umroh murah 2016 spesial edition nan istimewa ini jika ada batasan budget untuk perjalanan umroh Anda yang akan datang.

Subhanallah!

Rukun Umroh

1. Niat Ihram


Niat Ihram adalah niat untuk mulai melakukan umroh atau haji. Jika tidak diniatkan maka umroh atau hajinya maka tidak sah.

Dari Saidina Umar bin Khattab, beliau berkata: Saya dengar Rasulullah SAW berkata: bahwasanya seluruh perbuatan dengan niat, dan yang didapatkan manusia ialah apa yang diniatkannya” (HR. Bukhari, Shahih Bukhari Juz 1 hal. 6).

 

Hendaknya ia mengucapkan:
لبيك عمرة = Labbaik Umrotan (Ku sambut panggilan-Mu untuk melakukan Umrah)

atau:

اللهم لبيك عمرة = Allahumma Labbaik Umrotan (Ya Allah, ku sambut panggilan-Mu untuk melakukan Umrah)

Niat umrah (biasa disebut juga ambil miqot) diambil saat di Birr Ali, yakni suatu tempat antara Makkah dan Madinah, yakni di pinggir jalan raya Makkah – Madinah di daerah Dzulhulaifah berjarak sekitar 9 kilometer dari Masjid Nabawi.

Rukun Umroh - Masjid Birr Ali, tempat mengambil miiqot (niat umroh dan haji) di Dzulhulaifah.

Masjid Birr Ali, tempat mengambil miiqot (niat umroh dan haji) di Dzulhulaifah.

Melaksanakan rukun umroh di Masjid Birr Ali, tempat mengambil miiqot (niat umroh dan haji) di Dzulhulaifah.

Pemandangan di sekitar Masjid Birr Ali.

Setelah diniatkan ihram (mengambil miqot di Birr Ali), maka mulai berlaku larangan-larangan ihram/umroh.

2. Thawaf  Ka’bah
Yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, dimana tiga putaran pertama dengan lari – lari kecil (jika mungkin), dan selanjutnya berjalan biasa. Tawaf dimulai dan berakhir di Hajar Aswad dengan menjadikan Baitullah disebelah kiri.
Rukun umroh berikutnya adalah Thawaf.

Thawaf di Masjidil Haram. Mengelilingi Ka’bah sebanyak 7x.
Berjalan dekat Hajar Aswad sambil menciumnya jika dapat.
Jika tidak bisa, cukup menyapu atau dengan memberi isyarat dengan tangan.
Bisa dilatih saat Manasik Umroh.

Adapun tata cara dari thawaf itu sendiri:

1. Memulai thawaf dengan berjalan dekat Hajar Aswad, sambil mencium, menyapu atau memberi isyarat bagaimana dapatnya. 

Lalu mengucapkan:

 بِسْمِ اللهِ اللهُ أَكْبَر اللَّهُمَّ إِيمَانًا بِكَ وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ ووفاء بعهدك وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  

Artinya: “Dengan nama Allah, Allah yang Maha Besar, Ya Allah, demi keimanan kepda-Mu, dan membenarkan Kitab suci-Mu, memenuhi janji dengan-Mu serta mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad.”

Hajar Aswad, Ka'bah, Masjidil Haram.

Hajar Aswad, Ka’bah, Masjidil Haram.

Hajar Aswad adalah batuan dari surga.

Hajar Aswad adalah batuan dari surga. Tidak ada lagi batuan apapun yang berasal dari surga selain Hajar Aswad.

2. Disunnatkan berjalan cepat pada tiga putaran pertama 

Langkah hendaklah diperpendek dan dipercepat, dan sedapat mungkin mendekati Ka’bah. Kemudian empat kali putaran berikutnya hendaklah ia berjalan seperti biasa.

Bagi yang tidak dapat berjalan cepat atau mendekati ka’bah, bolehlah thawwaf sedapatnya, dan disunatkan menyapu rukun Yamani dan mencium Hajar Aswad atau mengusapnya pada setiap kali dari 7 putaran itu.

Mengerjakan rukun umroh Thawaf di Masjidil Haram

Thawaf di Masjidil Haram. Disunnahkan berjalan cepat pada 3 putaran pertama.

3. Memperbanyak do’a dan dzikir

a. Saat menghadap Hajar Aswad membaca:

بِسْمِ اللهِ اللهُ أَكْبَر اللَّهُمَّ إِيمَانًا بِكَ وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ ووفاء بعهدك وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ


Artinya: “Dengan nama Allah, Allah yang maha besar, Ya Allah, demi keimanan kepda-Mu, dan membenarkan kitab suci-Mu, memenuhi janji dengan-Mu serta mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad saw.”

b. Jika telah mulai thawwaf, diucapkan: 


سُبْحَان اللهِ وَ الْحَمْدُ لِلّهِ وَ لآ اِلهَ اِلّا اللّهُ، وَ اللّهُ اَكْبَرُ وَلا حَوْلَ وَلاَ قُوَّة ِ الَّا بِاللّهِ


Artinya: “Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, dan tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Mahabesar dan tiada daya maupun tegaga kecuali dengan Allah.”

c. Ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunnahkan membaca: 

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ


Artinya: ”Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka”

d. Jika telah selesai 7 putaran, shalatlah dua rakat’at dekat maqam Ibrahim (di salah satu sisi Ka’bah), sambil membaca:

وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى


Artinya: ”Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat”

Kedua Rukun Umroh yaitu Niat Ihram dan Thawaf ini bisa dilatih di rumah sebelum keberangkatan umroh dan disempurnakan saat manasik umroh di tempat yang ditunjuk Dena Tour.

Rukun Umroh: Macam-macam Thawaf

Aku memenuhi panggilan-Mu Ya Allah.”

3. Sa’i (berjalan atau berlari-lari kecil)

Sa’i adalah rukun umroh ke-tiga yang dilakukan setelah rukun-rukun pertama dan kedua yaitu Niat Ihram di Masjid Birr Ali Madinah dan Thawaf di Masjidil Haram Makkah.
Sa’i ini dilakukan dengan berjalan atau berlari-lari kecil sebanyak 7x bolak-balik antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah. Ibadah Sa’i dapat dilakukan dalam keadaan tidak berwudhu dan haid atau nifas.

Jarak antara Bukit Shafa dan Bukit Marwa adalah 405 meter.

Rukun Umroh - S'ai.

Sa’i (yang artinya berjalan). Berjalan atau berlari-lari kecil dimulai dari  Bukit Shafa ke Bukit Marwah bolak-balik sebanyak 7x. Diakhiri di Bukit Marwah.

Sejarah Sa’i

Sejarah ibadah Sa’i bersumber perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk hijrah dari Palestina ke Baitullah d Makkah bersama istrinya Siti Hajar dan Nabi Ismail yang saat itu masih bayi.

Saat itu kondisi di Baitullah adalah suatu padang pasir yang sangat tandus dan gersang.

Setelah mereka sampai di Baitullah, Allah kembali menguji keimanan Nabi Ibrahim agar kembali ke Palestina dan meinggalkan istrinya dan anaknya di sekitar Baitullah. Setelah Nabi Ibrahim kembali ke Palestina, persediaan makanan dan air susu Siti Hajar sudah habis. Maka Siti Hajar mencari mata air untuk anaknya Ismail yang kehausan.

Setelah berlari-lari kecil bolak-balik Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak 7x, akhirnya Allah memerintahkan kepada bumi agar keluar suatu mata air untuk Siti Hajar dan anaknya Ismail. Sumber mata air yang tidak habis-habis airnya itu hingga saat ini dinamakan mata air zam-zam.

Arti zam-zam artinya air yang banyak dan berlimpah.

Mata air zam-zam letaknya berjarak sekitar 38 hasta dari Ka’bah.

Maka untuk mengenang perjuangan Siti Hajar untuk anaknya, Nabi Ismail, diwajibkan Sa’i sebagai rukun haji dan umroh.

Dari keturunan-keturunan Nabi Ismail inilah bersambung dengan garis keturunan Nabi Muhammad.

Air Zam-zam

Air Zam-zam

Dispenser air zam-zam.

Dispenser air zam-zam di sediakan untuk semua jamaah haji dan umroh.

Sambil Menunggu Haji, Mengunjungi Tanah Suci dengan Umroh. Lihat Informasi Biaya Umroh Hayatuntour

Denah Bukit Shafa dan Bukit Marwa.

Denah Bukit Shafa dan Bukit Marwah dan Lintasan Ibadah Sa’i di antara kedua bukit tersebut.

A. Do’a Ketika Hendak Mendaki Bukit Shafa  

Sebelum memulai Sa’i

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ أَبْدَأُ بِماَبَدَأَ اللهُ بِهِ وَرَسُوْلُهُ إِنَّ الصَّفاَ وَالمَرْوَةَ مِنْ شَعَآئِرِ اللهِ , فَمَنْ حَجَّ البَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلاَجُناَحَ عَلَيْهِ أَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِماَ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْراً فَإِنَّ اللهَ شاَكِرٌ عَلِيْمٌ .

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Aku mulai dengan apa yang telah dimulai oleh Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Safa dan Marwah sebagian dari Syi’ar-Syi’ar (tanda kebesaran) Allah. Maka barang siapa yang beribadah Haji ke Baitullah ataupun berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Penerima Kebaikan lagi maha Mengetahui”

B. Do’a Di Atas Bukit Safa Ketika Menghadap Ka’bah

أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ , أَللهُ أَكْبَرُ عَلَى ماَ هَداَناَ وَالحَمْدُ ِللهِ عَلَى ماَ أَوْلاَناَ . لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ , لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ بِيَدِهِ الخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ . لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزاَبَ وَحْدَهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِياَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكاَفِرُوْنَ  

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar, atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, segala puji bagi Alloh atas karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kami, tidak ada Tuhan selain Alloh Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, pada kekuasaan-Nya lah segala kebaikan dan Dia berkuasa atas segala sesuatu, Tiada Tuhan Selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, yang telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan menghancurkan sendiri musuh-musuh-Nya, Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan memurnikan (ikhlas) kepatuhan semata kepada-Nya,  walaupun orang-orang kafir membenci”

C. Do’a Sa’i dalam perjalanan ke-1 sampai ke-7 antara Bukit Shafa dan Marwah.

Dari bukit Safa ke bukit Marwah, dibaca mulai dari bukit Safa sampai pilar hijau pertama.

Dua Rambu Pilar Hijau di Sa'i.

Dua Rambu Pilar Hijau di lintasan Sa’i.

أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ , أَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً وَالحَمْدُ ِللهِ كَثِيْراً وَسُبْحاَنَ اللهِ العَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ الكَرِيْمِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً وَمِنَ اللَّيْلِ فاَسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلاً طَوِيْلاً لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزاَبَ وَحْدَهُ لاَ شَيْءَ قَبْلَهُ وَلاَ بَعْدَهُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ داَئِمٌ لاَ يَمُوْتُ وَلاَ يَفُوْتُ أَبَداً بِيَدِهِ الخَيْرُ وَإِلَيْهِ المَصِيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Allah Maha Besar Allah Maha Besar Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dengan segala kebesaraNya. Segala puji bagi Allah Yang Maha Agung dengan segala pujian-Nya yang tidak terhingga. Maha Suci Allah dengan pujian Yang Maha Mulia diwaktu pagi dan petang. Bersujud dan bertasbihlah padaNya sepanjang malam. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa yang menepati janjiNya membela hamba-hamba-Nya yang menghancurkan musuh-musuh-Nya dengan keEsaan-Nya tidak ada sesuatu sebelumNya dengan keEsaan-Nya, tidak ada sesuatu sebelumNya atau sesudahNya. Dialah yang menghidupkan dan mematikandan Dia adalah Maha Hidup kekal tiada mati dan tiada musnah (hilang) untuk selama-lamanya. Hanya ditangan-Nyalah terletak kebajikan dan kepada-Nyalah tempat kembali dan hanya Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

D. Diantara dua pilar hijau membaca do’a:

 
رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجاَوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ ماَلاَ نَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اللهُ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ . 


“Ya Allah, ampunilah, sayangilah, maafkanlah, bermurah hatilah dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui dari dosakami. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang kami sendiri tidak tahu. Sesungguhnya Engkau ya Allah Maha Tinggi dan Maha Pemurah.”
Jamaah haji dan umroh Sa'i berada di daerah di antara dua rambu hijau.

Sa’i. Jamaah sedang berada di daerah di antara dua rambu hijau.

E. Ketika mendekati Bukit Marwah membaca:

إِنَّ الصَّفاَ وَالمَرْوَةَ مِنْ شَعَآئِرِ اللهِ , فَمَنْ حَجَّ البَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلاَجُناَحَ عَلَيْهِ أَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِماَ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْراً فَإِنَّ اللهَ شاَكِرٌ عَلِيْمٌ .


“Sesungguhnya Shafa dan Marwah sebagian dari syi’ar-syi’ar (tanda kebesaran) Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah ataupun berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan Sa’i antara keduanya. dan barang siapa mengerjakan sesuatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha menerima kebaikan dan Maha Mengetahui.”


4. Tahallul

Tahallul secara harfiah artinya dihalalkan. Yakni dihalalkan bagi para jamaah umroh untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang ketika mulai melakukan ihram.

Tahallul disimbolkan/dilaksanakan dengan mencukur rambut minimal sebanyak 3 helai.

Rukun Umroh: Tahallul

Tahallul artinya telah halal dari larangan ihram. Dan ini rukun terakhir umroh.

5. Tertib

Tertib artinya rukun-rukun ini harus berurutan dimulai dari rukun umroh yang pertama hingga keempat. Kalau tidak maka umrohnya tidak sah.

Selesai

Itulah rangkaian Rukun Umroh dan setelah keempat rukun umroh itu selesai, maka selesai pula rangkaian ibadah umroh.

Pengertian Umroh Lengkap

Apa Pengertian Umroh dari Segi Bahasa?

Pengertian umroh secara bahasa artinya berkunjung.
Pengertian umroh secara bahasa artinya berkunjung.

Pengertian umroh dalam segi bahasa adalah berkunjung. Artinya, per definisi umroh, dapat juga dikatakan bahwa umroh adalah suatu perbuatan yang dengan sengaja mendatangi tempat yang selalu dikunjungi. Hal tersebut karena umroh boleh dilakukan kapan saja (tanpa terikat oleh waktu seperti ibadah haji yang hanya dilakukan pada bulan Dzulhijjah setiap satu tahun sekali).

Apa Pula Pengertian Umroh secara Istilah/Syariah?

Sedangkan secara syar’i dan terminologi fiqih, pengertian umroh berarti mengunjungi kota Mekkah untuk melakukan ibadah (seperti thawaf dan sa’i) dengan tata cara tertentu. Atau dengan kata lain datang ke Baitullah untuk melakukan ibadah umroh dengan syarat-syarat yang telah ditentukan.

Berbeda dengan ibadah haji yang boleh dilakukan hanya sekali, melakukan umroh boleh berulang kali, namun tetap hukumnya wajib hanya satu kali dalam seumur hidup. Bila seseorang mampu dan dapat melakukannya berulang kali hal tersebut diperbolehkan. Sebab dalam ibadah umroh terdapat keutamaan sebagaimana sabda Rasulullah:

“Dari umroh ke umroh adalah penghapus dosa antara keduanya”

 

Umroh adalah Haji Kecil

Selain pengertian umroh di atas, umroh disebut juga al-hajju l-ashghar (haji kecil), menurut bahasa berarti “berkunjung”, dan menurut istilah syar’i ialah “berkunjung ke Baitullah, untuk melakukan thawaf, sa’i, dan bercukur (tahallul) demi mengharap ridho Allah”.

Semua tata cara yang dilakukan dalam ibadah umroh telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam dan kita tidak boleh mengubah atau memodifikasi sesuai keinginan kita.

Pemahaman umroh adalah haji kecil.

 

Keutamaan Ibadah Umroh

Setelah kita memahami pengertian umroh, mari kita bahas keutamaannya, terdapat beberapa hadits sahih yang menyebutkan keutamaan dan pahala umrah, yang menyebabkan banyak orang yang mampu berusaha menyegerakan untuk menunaikannya.

Bahkan bagi kalangan biasa-biasa saja yang kadang-kadang kekayaan dan pendapatannya tidak memungkinkan untuk pergi menunaikan ibadah umroh, juga berusaha sekuat tenaga berikhtiar dan berdoa demi mendapatkan keutamaan pahala ibadah umroh, yakni berupa:

  1. Pengampunan Dosa. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist dibawah ini:

عن أبى هريرة رضى الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : “العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة” – رواه البخاري و مسلم

Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Ibadah umrah sampai umrah berikutnya sebagai kafarat untuk dosa di antara keduanya dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga”. (HR Bukhari dan Muslim)

 

  1. Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa jamaah haji dan umroh merupakan delegasi/tamu  Allah yang setiap doanya akan dikabulkan.

عن أبى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “الحجاج والعمار وفد الله إن دعوه أجابهم وإن استغفروه غفر لهم” – رواه النسائى و ابن ماجه

Dari Abu Hurairah RA berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Para jamaah haji dan umrah merupakan delegasi Allah. Jika mereka berdo’a kepada-Nya, Allah akan mengabulkannya. Dan jika mereka meminta ampun, maka Allah akan mengampuni-nya”. (HR An-Nasaiy dan Ibnu Majah)

 

  1. Bagi para jamaah perempuan juga mendapatkan keutamaan pahala selain pengampunan dosa, dikabulkannya doa-doa, bahkan berumroh dan berhaji bagi perempuan bagaikan menunaikan tugas jihad sebagaimana kaum laki-laki yang berjihad di medan perang.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “ جهاد الكبير والصغير والضعيف والمرأة الحج والعمرة” – رواه النسائي

Rasulullah SAW bersabda: “Jihadnya orang yang sudah tua, anak-anak, orang yang lemah dan wanita, adalah haji dan umrah“. (HR An-Nasaiy).

Selain beberapa keutamaan di atas, ada banyak keutamaan lainnya sebagaimana yang diulas dalam artikel mendatang: Keutamaan Ibadah Umroh.

Hukum Ibadah Umroh: 1. Wajib dan, 2. Sunnah

Setelah mengetahui pengertian umroh dan keutamaannya, pembahasan berikutnya adalah tentang apakah hukum umroh itu.

Hukum umroh ada 2, yakni wajib dan sunnah.

  1. Disebut wajib bila ibadah umroh tersebut baru pertama kali dilaksanakan sehingga disebut sebagai Umratul Islam.  Selain itu umroh karena nazar juga disebut sebagai umroh wajib, jadi jika Anda telah bernazar akan menunaikan ibadah umroh bila telah berhasil melakukan atau mendapatkan hasil tertentu, maka hukum umroh tersebut menjadi wajib
  2. Disebut sunnah jika ibadah umroh tersebut dilakukan untuk kedua kali dan seterusnya dan juga bukan karena nazar. Misalnya di tahun ini Anda telah menunaikan ibadah umroh yang pertama yang wajib, maka apabila Anda ingin dan mampu secara finansial di tahun berikutnya, maka Anda dapat pergi umroh lagi namun bila tidak juga tidak apa-apa.

Namun kalangan ahli fiqih sepakat bahwa umroh wajib hukumnya bagi orang yang disyariatkan untuk menyempurnakan. Walaupun beberapa ulama memiliki beda pendapat mengenai hukumnya apakah termasuk sunnah atau diwajibkan.

Apa Pendapat Ulama Mengenai Hukum Ibadah Umroh?

 

Pendapat Pertama: Hukum Umroh adalah Sunnah Mu`akkadah

Ulama yang berpendapat seperti ini adalah Ibnu Mas’ud, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Asy-Syafi’i, Imam Ahmad (menurut salah satu versi pendapat), juga Abu Tsaur dan kalangan mazhab Zaidiyah.

Dalil-dalil Hukum Umroh adalah Sunnah Mu’akkadah

Pendapat para ulama ini berdasarkan sabda Nabi SAW ketika ditanya  tentang hukum melaksanakan umroh, apakah ia wajib atau tidak? Beliau menjawab,” Tidak. Namun jika kalian umroh, maka itu lebih baik.” Juga berdasarkan sabda Nabi SAW:

    الحج جهاد والعمرة  تطوع

Haji adalah jihad, sementara umroh hanya tathawwu’.

Alasan lain yang dijadikan pegangan bahwa ibadah umroh adalah sunnah adalah bahwa umroh merupakan nask (ibadah) yang pelaksanannya tidak ditentukan waktu, maka ia pun tidak wajib sebagaimana halnya thawaf mujarrad.

Pendapat Kedua: Umroh Hukumnya Wajib, Terutama bagi Orang-orang yang Diwajibkan Haji.

Pendapat ini dianut oleh Imam Asy-Syafi’i menurut versi yang paling sahih di antara kedua pendapatnya, Imam Ahmad menurut versi lain, Ibnu Hazm, sebagian ulama mazhab Maliki, kalangan mazhab Imamiyyah, Asy-Sya’bi, dan Ats-Tsauri.

Pendapat ini juga merupakan pendapat mayoritas ulama dari kalangan sahabat dan lainnya, dan mereka bersepakat bahwa pelaksanaannya hanya sekali seumur hidup sebagaimana halnya haji

Pendapat Terkuat Mengenai Hukum Ibadah Umroh

Pendapat yang terkuat dalam hal ini, ‘umroh itu wajib bagi yang mampu sekali seumur hidup. Sedangkan pendapat yang menyatakan hukumnya sunnah (mu’akkad) dalilnya dianggap lemah (dho’if) sehingga tidak bisa dijadikan hujjah. Jadi bagi yang mampu, sekali seumur hidup dianjurkan agar berusaha menunaikan ibadah umroh.

Ibadah ‘umroh dapat  langsung ditunaikan dengan ibadah haji yaitu dengan cara melakukan haji secara tamattu’ atau qiran. Karena dalam haji tamattu’ dan haji qiran sudah ada ‘umroh di dalamnya. Sehingga keutamaan ibadah umroh dapat disejajarkan dengan ibadah haji yang menjadi rukun Islam dan diwajibkan bagi yang mampu.

 

Waktu Ibadah Umroh

Sesuai pengertian umroh di atas, kita bisa simpulkan ibadah umroh dapat dilakukan kapan saja kecuali pada hari-hari yang dimakruhkan seperti hari Arafah, Nahar dan Tasyriq. Perbedaannya dengan ibadah haji adalah ibadah haji waktunya hanya antara tanggal 8 hingga 12 Dzulhijjah.

Karena waktunya yang tidak terikat, dalam pelaksanaannya dapat digabungkan atau dilakukan bersamaan dengan tour muslim atau liburan ke kota-kota sekitar Mekkah dan Madinah bahkan ada pula yang sekaligus melakukan kunjungan liburan ke berbagai negara di sekitar Arab Saudi, seperti Turki, Dubai dan lain sebagainya.

Waktunya pun dapat disesuaikan dengan jadwal pekerjaan atau liburan anak-anak atau dengan memanfaatkan momen-momen tertentu seperti tahun baru, musim semi di daratan Eropa yang berimbas di beberapa negara-negara Islam sekitarnya, pada bulan Ramadhan, dan lain-lain.

Syarat dan Rukun Wajib Ibadah Umroh

Memahami pengertian umroh dan yang terkait kurang lengkap tanpa mengetahui syarat dan rukun umroh.

1. Syarat Umroh

  • Beragama Islam
  • Telah aqil baligh (dewasa dan berakal sehat), meskipun Anda dapat mengajak anak-anak untuk melakukannya, namun umroh yang sah tetaplah bagi mereka yang telah akil baligh. Namun perjalanan umroh bagi anak-anak dapat dianggap sebagai sarana edukasi pendidikan agama Islam
  • Merdeka (bukan budak)
  • Istithah (mampu)

Apabila seseorang tersebut tidak memenuhi syarat diatas maka gugurlah kewajiban umroh orang itu.

2. Rukun Umroh

  • Niat Ihram
  • Melakukan thawaf umroh
  • Sa’i (berlari-lari kecil) antara Shofa dan Marwah
  • Bertahallul (mencukur seluruh atau sebagian rambut kepala)

Rukun Umroh diatas harus dilakukan berurutan dan tidak boleh ditinggalkan salah satu rukunnya, karena bila tidak dilakukan akan menyebabkan umrohnya tidak sah dan harus diulang kembali.

Karena pentingnya rukun umroh, kami sudah siapkan artikel yang lengkap membahas tentangnya. Silahkan Anda cermati di artikel Rukun Umroh.

Beberapa Salah Kaprah dalam Ibadah Umroh

Begitu banyak pahala dan keutamaan yang tergantung dalam ibadah umroh sehingga para jamaah pun berlomba-lomba melakukan ibadah umroh, bahkan banyak yang tanpa sadar melakukan hal-hal yang di luar ketentuan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah!

Setelah kita mengetahui pengertian umroh dan pernak-perniknya, kita bisa waspada terhadap terjadinya salah kaprah dalam memaknai serta dalam pelaksanaannya ibadah umroh tersebut. Jangan sampai ibadah umroh kita sia-sia karena tidak paham pengertian umroh dengan baik dan terjerumus dalam salah kaprah atau bid’ah ini.

Beberapa salah kaprah tersebut diantaranya adalah:

Salah Kaprah #1: Doa akan langsung dikabulkan bila kita berdoa di seputar Ka’bah. 
Hal ini tidak benar karena tidak ada bukti syariat. Meskipun Anda menemukan hadist yang mengatakan hal ini, maka hadist ini tergolong lemah atau dhaif. Seorang ulama Syaikh Saad Al Humaid berkata bahwa pendapat yang mengatakan hal tersebut tidak benar karena ibadah harus berdasarkan bukti-bukti yang shahih dan tidak ambigú dan Allah tahu yang terbaik.

Salah Kaprah #2: Mencium batu Hajar Aswad dan berhenti di pertengahan thawaf. 
Momen dapat mencium batu Hajar Aswad adalah sunnah yang indah dan menjadi kehormatan bagi orang yang dapat melakukannya. Namun karena banyaknya orang yang ingin dapat menciumnya banyak orang yang bahkan tidak bisa menjangkaunya, bahkan sekedar menyentuhnya. Padahal mencium batu Hajar Aswad seperti ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan para jamaah umroh atau haji yang lain karena kita terpaksa berhenti mendadak di tengah lingkaran jutaan jamaah yang terus bergerak. Tidak hanya akan terjadi tabrakan namun bisa menyebabkan jamaah terdesak dan jatuh diinjak-injak jutaan orang. Rasulullah SAW dan semua nabi tidak menyuruh melakukan hal tersebut ketika terjadi kerumunan jamaah atau dalam kondisi jamaah jumlahnya membludak, namun hanya melambaikan tangan dari  titik dari jauh di luar kerumunan sambil berkata “Allahu Akbar”.

Salah Kaprah #3: Berdoa dengan suara keras dan serempak. 
Dalam beberapa kelompok, bisa jadi mereka membaca doa dengan lantang dan bersama-sama. Padahal hal ini dapat menyebabkan jamaah lain tidak khusyuk. Lebih baik bila Anda membaca doa dengan suara pelan atau bahkan dalam hati sehingga Anda lebih fokus dengan doa yang Anda baca, baik doa dalam bahasa Arab atau bahasa lain yang Anda pahami. Lebih baik Anda membaca doa yang Anda pahami maknanya daripada tidak. Jangan sampai Anda salah dalam mengucapkan doa karena mengikuti orang lain yang bersuara keras dan lantang.

Salah Kaprah #4: Membaca doa- doa tertentu setiap kali putaran thawaf. 
Beberapa orang ada yang membaca doa-doa tertentu di setiap putaran thawaf. Doa yang dibaca antara putaran kesatu, kedua dan seterusnya berbeda-beda, bahkan mereka membuat buku panduan yang harus dihafalkan oleh jamaah. Padahal hal tersebut tidak tercantum dalam syariat. Nabi Muhammad SAW sendiri tidak mencontohkan kepada umatnya untuk membaca doa-doa tertentu di setiap putaran thawaf. Kita boleh membaca doa apa saja yang kita mampu dan hafal. Doa yang nabi baca selama thawaf adalah ketika beliau telah sampai di akhir lintasan antara Rukun Yamani dan batu Hajar Aswad,  beliau membaca Rabbanaa aatina fid dunya hasanatan wa fil aakhirati hasanah wa qinaa adzaa bannaar yang berarti Ya Tuhanku berikanlah aku kebaikan di dunia dan akhirat dan jauhkanlah aku dari api neraka.

Salah Kaprah #5: Menyentuh Ka’bah, Masjidil Haram, atau Masjid Nabawi agar mendapat berkah. 
Banyak orang yang menyentuh Ka’bah atau makam Nabi Ibrahim karena menganggap akan mendapatkan berkah karenanya. Padahal ini tidak benar dan dapat dianggap sebagai musyrik. Karena berkah hanya datang dari Allah SWT dan syafaat hanya dari Nabi Muhammad SAW melalui amalan ibadah sesuai yang telah contohkan oleh Nabi Muhammad SAW, bukan melalui tindakan menyentuh, mencium bagian-bagian dari Ka’bah seperti batu Hajar Aswad dan Rukun Yamani serta masjid-masjid seperti Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Salah Kaprah #6: Melakukan sholat 40 rakaat di Masjid Nabawi Madinah. 
Tidak ada kewajiban yang menyatakan harus mengerjakan sholat 40 rakaat di tempat tersebut. Bila Anda mampu melakukannya, tidak apa-apa, karena semakin banyak ibadah yang Anda lakukan Insya Allah akan memberikan Anda lebih banyak pahala bila ikhlas menjalankannya karena Allah dan sesuai dengan syariat. Kalaupun ada hadist yang mengatakan bahwa dengan melakukan sholat 40 rakaat di Masjid Nabawi akan terbebas dari api neraka, selamat dari siksaan dan terbebas dari kemunafikan, hadist ini adalah dhaif atau lemah. Tidak pernah ada batasan berapa hari atau jam, jamaah dapat tinggal di masjid tersebut, namun bila hanya dalam waktu singkat saja dapat mengunjungi Masjid Nabawi, maka sholat sebanyak rakaat yang dia mampu dan sempat pun tidak apa-apa.

Lihat juga artikel Bid’ah-bid’ah Pelaksanaan Ibadah Umroh.

Kesimpulan

Demikian pengertian umroh, hukum dan keutamaan umroh, dan beberapa salah kaprah serta bid’ah dalam hal pelaksanaan ibadah umroh. Semoga dapat memperbanyak melakukan ibadah selama di tanah suci sesuai tuntunan dan kemampuan kita untuk menggapai mardhotillah azza wa jalla. Aamiin Yaa Rabbal ‘aalamiin.